Gus’e Menyapa di Sukowono, Gus Fawait Dorong Sinergi Tekan Kematian Ibu dan Bayi
![]() |
| Bupati Jember saat menghadiri langsung Gus'e Menyapa di Aula Kantor Desa Mojogemi Kecamatan Sukowono, Senin (10/11). (Dok. Warta Rakyat) |
Jember (Warta Rakyat) – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menggelar program Guse Menyapa sebagai wadah komunikasi langsung antara Bupati dan masyarakat. Kegiatan kali ini berlangsung di Kecamatan Sukowono pada Senin (10/11/2025) dan dihadiri oleh Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Muspika kecamatan Sukowono.
Pertemuan diawali dengan agenda bersama para kader posyandu di Balai Desa Mojogemi. Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin Jember. Ia menegaskan bahwa dirinya merupakan bagian dari rakyat dan ingin memastikan seluruh masyarakat mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan kesehatan.
“Kita tahu bahwa Jember hari ini memiliki angka kematian ibu tertinggi di Jawa Timur dan angka stunting kedua tertinggi. Ini tidak boleh dibiarkan. Saya mohon bantuan para kader posyandu untuk menjadi ujung tombak perubahan,” ujar Bupati di hadapan para kader posyandu, kepala desa, dan OPD yang hadir, pukul 11.20 WIB siang di Aula Kantor Desa Mojogemi.
![]() |
| Bupati Jember bersama ratusan kader posyandu se kecamatan Sukowono di balai Desa Mojogemi. |
Melalui program tersebut, Gus Fawait juga menyoroti pentingnya implementasi Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan warga Jember mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit seluruh Indonesia secara gratis. Program UHC ini, menurutnya, merupakan hasil gotong royong pemerintah daerah dengan desa, dengan total anggaran mencapai Rp430 miliar di tahun berikutnya yang digunakan untuk membayar BPJS bagi masyarakat.
“Program ini harus dimanfaatkan dengan baik. Sayang kalau tidak digunakan,” tambahnya.
Ia juga meminta para kader posyandu untuk mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat agar tidak ada lagi warga yang kesulitan berobat. Gus Fawait menegaskan bahwa apabila ada masyarakat yang dipersulit dalam pelayanan, laporan dapat disampaikan langsung ke layanan Wadul Guse melalui nomor 0811-3111-1108.
Selain berdialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat, Gus Fawait juga melanjutkan kegiatan ke Warung Gizi, pondok pesantren, Balai Desa Sukosari, dan Lapangan Sukokerto. Acara ditutup dengan pembacaan shalawat bersama masyarakat, kader, dan OPD yang hadir.
Kegiatan Guse Menyapa kali ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Jember dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember. Meski menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya alokasi APBD sebesar Rp350 miliar, Gus Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap menjaga keberlangsungan program prioritas, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Anggaran berkurang bukan alasan untuk berhenti bekerja. Justru di tengah keterbatasan kita harus semakin kreatif,” tegasnya.
Melalui program ini, Bupati Jember berharap terwujud sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Jember. (Ruk)

