Ad

Sinyal Baru Hubungan AS–Korut, Trump Tawarkan Dialog, Kim Ajukan Syarat

00:00
00:00

Warta Rakyat - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka peluang dialog tanpa prasyarat dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Pernyataan tersebut disampaikan melalui pejabat Gedung Putih pada Kamis (26/2/2026), menyusul sinyal terbaru dari Pyongyang terkait kemungkinan perbaikan hubungan bilateral.

Pejabat Gedung Putih menegaskan sikap pemerintahan Trump terhadap Korea Utara tetap tidak berubah dan Washington siap berdialog tanpa syarat awal. Langkah ini dinilai sebagai respons atas pernyataan Kim Jong Un dalam Kongres Partai Buruh Korea yang berakhir Rabu (25/2/2026).

Dalam pidatonya yang dilaporkan media resmi KCNA, Kim mengisyaratkan hubungan baik dengan Amerika Serikat dapat terwujud jika Washington mengakui status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir dan menghentikan kebijakan yang dianggap bermusuhan. Ia menegaskan bahwa jika AS menghormati status nuklir yang telah tercantum dalam konstitusi Korea Utara dan mencabut kebijakan permusuhan, maka tidak ada alasan kedua negara tidak bisa menjalin hubungan yang lebih baik.

Namun, di saat yang sama, Kim menunjukkan sikap keras terhadap Korea Selatan. Ia menegaskan Korea Utara tidak memiliki kepentingan untuk menjalin hubungan dengan Seoul dan akan secara permanen mengecualikan negara tetangganya itu dari kategori sesama bangsa.

Sebelumnya, Kim juga menyatakan keinginannya agar Korea Utara dan Amerika Serikat dapat hidup rukun, dengan syarat pengakuan terhadap status nuklir Korut serta pencabutan sanksi ekonomi. Pyongyang selama ini secara konsisten menuntut pengakuan sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Dari pihak Washington, Trump sebelumnya telah menunjukkan pendekatan personal terhadap Kim, termasuk saat tur Asia tahun lalu. Ia bahkan sempat menyimpang dari kebijakan lama AS dengan menyebut Korea Utara sebagai semacam kekuatan nuklir.

Hubungan kedua negara sempat mencatat momen bersejarah dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Hanoi pada 2019, yang berakhir tanpa kesepakatan terkait pencabutan sanksi dan konsesi program nuklir. Sejak kegagalan pertemuan tersebut, dialog kedua negara mengalami kebuntuan panjang.

Pengamat menilai peluang pertemuan baru antara Trump dan Kim berpotensi menjadi terobosan besar dalam meredakan ketegangan di Semenanjung Korea, meskipun perbedaan mendasar terkait status nuklir dan sanksi ekonomi masih menjadi tantangan utama. (Ed: Ruk)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sinyal Baru Hubungan AS–Korut, Trump Tawarkan Dialog, Kim Ajukan Syarat
  • Sinyal Baru Hubungan AS–Korut, Trump Tawarkan Dialog, Kim Ajukan Syarat
  • Sinyal Baru Hubungan AS–Korut, Trump Tawarkan Dialog, Kim Ajukan Syarat
  • Sinyal Baru Hubungan AS–Korut, Trump Tawarkan Dialog, Kim Ajukan Syarat
  • Sinyal Baru Hubungan AS–Korut, Trump Tawarkan Dialog, Kim Ajukan Syarat
  • Sinyal Baru Hubungan AS–Korut, Trump Tawarkan Dialog, Kim Ajukan Syarat
DomaiNesia
DomaiNesia
Ad