PMI Jember Gandeng Pesantren Perkuat Gerakan Donor Darah, Ribuan Santri dan Alumni Didorong Jadi Pendonor

00:00
00:00
Foto Bersama PMI dan Pengurus Pesantren

Jember, WARTA RAKYAT.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus mencari strategi untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi kebutuhan pasien di rumah sakit. Salah satu langkah yang kini digencarkan yakni memperluas gerakan donor darah melalui program “PMI Goes to Pondok Pesantren”.

Program tersebut menyasar lingkungan pondok pesantren dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengasuh, guru, santri, wali santri, alumni hingga masyarakat di sekitar pesantren.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, dr. M. Agus Burhansyah, mengatakan pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan darah secara berkelanjutan.

Menurutnya, program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. PMI Jember sebelumnya telah melakukan pendekatan ke sejumlah pondok pesantren, di antaranya Ponpes Nuris dan Darusholah.

“Beliau mendukung penuh agar PMI masuk ke pondok pesantren dan mengajak keluarga besar pesantren melaksanakan aksi kemanusiaan melalui donor darah,” ujar dr. Agus.

Pada Rabu (19/8/2026), giliran Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Jember yang menjadi bagian dari program tersebut. Kedatangan PMI disambut langsung Ketua Yayasan Ponpes Riyadus Sholihin Jember, HM Madini Faruq atau yang akrab disapa Gus Mamak.

Gus Mamak menyatakan pihaknya siap membangun kerja sama jangka panjang bersama PMI Jember. Menurutnya, donor darah bukan hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

Ia bahkan mengaitkan gerakan donor darah dengan budaya bekam dan fasdu yang selama ini dikenal di lingkungan pesantren.

“Di ponpes ini sudah ada budaya bekam dan fasdu yang sama-sama mengeluarkan darah, tetapi darahnya dibuang. Kalau donor darah, darah yang dikeluarkan justru dimanfaatkan untuk menolong pasien di rumah sakit,” ungkap Gus Mamak.

Ia berkomitmen mengajak seluruh elemen yang berada di bawah naungan pesantren untuk terlibat, termasuk para alumni serta kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Bismika.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Riyadus Sholihin, H. Abdullah Faruq atau Gus Aab Faruq, menyebut potensi pendonor di lingkungan yayasannya cukup besar.

Saat ini terdapat sekitar 60 guru dan sekitar 100 siswa kelas X dan XI yang berpotensi mengikuti kegiatan donor darah. Selain itu, pihak pesantren juga akan mendorong para wali santri untuk berpartisipasi.

“Di yayasan ini ada 60 guru, ada sekitar 100 siswa kelas X dan XI yang bisa ikut donor darah. Kami juga bisa mengimbau wali santri yang jumlahnya jauh lebih banyak untuk turut serta berdonor darah,” kata Gus Aab.

PMI Jember berharap kolaborasi dengan pondok pesantren tersebut dapat berkembang menjadi gerakan donor darah rutin. Dengan semakin banyaknya kelompok masyarakat yang terlibat, kebutuhan darah bagi pasien di berbagai rumah sakit di Kabupaten Jember diharapkan dapat terpenuhi.

Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah, gerakan ini juga diharapkan menjadi sarana menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian dan semangat berbagi di kalangan generasi muda, khususnya para santri.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Jember Gandeng Pesantren Perkuat Gerakan Donor Darah, Ribuan Santri dan Alumni Didorong Jadi Pendonor
  • PMI Jember Gandeng Pesantren Perkuat Gerakan Donor Darah, Ribuan Santri dan Alumni Didorong Jadi Pendonor
  • PMI Jember Gandeng Pesantren Perkuat Gerakan Donor Darah, Ribuan Santri dan Alumni Didorong Jadi Pendonor
  • PMI Jember Gandeng Pesantren Perkuat Gerakan Donor Darah, Ribuan Santri dan Alumni Didorong Jadi Pendonor
  • PMI Jember Gandeng Pesantren Perkuat Gerakan Donor Darah, Ribuan Santri dan Alumni Didorong Jadi Pendonor
  • PMI Jember Gandeng Pesantren Perkuat Gerakan Donor Darah, Ribuan Santri dan Alumni Didorong Jadi Pendonor
DomaiNesia
DomaiNesia