Tak Ada Kejelasan Perbaikan, Warga Jember Patungan Perbaiki Jalan Lingkungan
![]() |
| Ahmad Ali (kiri) dan Suarsan saat ditemui dikediamanya, Sabtu (14/3) |
Jember (Warta Rakyat) – Warga RT 1 RW 1 Seranduh, Lingkungan Cupu, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan yang rusak dengan dana swadaya masyarakat. Perbaikan dilakukan karena kondisi jalan yang sudah lama rusak dan dinilai mengganggu aktivitas warga sehari-hari, terutama saat musim hujan.
Kegiatan perbaikan jalan tersebut dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan dana yang dikumpulkan melalui iuran sukarela dari warga setempat. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp6,5 juta, termasuk bantuan dari warga Kemuninglor, warga yang merantau di luar daerah maupun luar negeri.
Salah satu inisiator kegiatan, Ahmad Ali, menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama warga agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan.
“Dana ini murni dari swadaya warga. Kami sepakat untuk iuran demi memperbaiki jalan yang sudah lama rusak agar lebih aman dan nyaman dilalui,” ujar Ahmad Ali saat ditemui di kediamannya, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
![]() |
| Lokasi pengerjaan jalan yang belum selesai |
Menurutnya, dana yang terkumpul digunakan untuk membeli berbagai material bangunan seperti paving, semen, pasir, dan batu yang dibutuhkan untuk proses perbaikan jalan.
“Anggaran yang kami kumpulkan sekitar Rp6,5 juta. Sebagian juga berasal dari warga yang merantau, seperti di Malaysia, Kalimantan, dan Bali yang turut membantu melalui transfer,” jelasnya.
Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat. Mereka memulai pekerjaan dengan membersihkan area jalan dan saluran irigasi sebelum pemasangan paving dilakukan.
Ahmad Ali menambahkan, pengerjaan banyak dilakukan pada malam hari karena bertepatan dengan bulan Ramadan sehingga sebagian warga lebih leluasa mengikuti kerja bakti setelah menjalankan aktivitas siang hari.
“Karena sekarang bulan puasa, sebagian warga baru bisa kerja bakti pada malam hari,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat masih sangat kuat. Meski dilakukan dengan keterbatasan dana, warga berupaya agar hasil perbaikan dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Harapannya jalan ini bisa digunakan lebih nyaman, terutama untuk aktivitas warga seperti berangkat kerja, sekolah, maupun kegiatan sosial lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, warga lainnya, Suarsan, mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat telah beberapa kali menyampaikan permohonan perbaikan jalan kepada pihak kelurahan. Namun hingga kini belum ada kepastian terkait realisasi perbaikan.
“Jalan ini pernah diperbaiki semasa Bupati Samsul Hadi Siswoyo. Setelah beberapa bupati berikutnya, belum ada perbaikan lagi sampai sekarang,” kata Suarsan.
Ia juga menjelaskan bahwa upaya perbaikan sebenarnya telah dimulai sejak beberapa waktu lalu secara bertahap dengan menggunakan dana pribadi warga.
“Awalnya kami membeli paving sekitar 20 meter dari dana pribadi. Setelah itu kami mengajak warga lain untuk iuran sekitar Rp50 ribu per orang, jadi anggap saja satu orang menyumbang satu meter paving,” ujarnya.
"Berkat partisipasi warga, perbaikan jalan yang awalnya hanya sekitar 20 meter kini telah berkembang hingga mencapai sekitar 60 hingga 85 meter. Warga berharap upaya swadaya ini dapat terus berlanjut hingga seluruh ruas jalan yang rusak dapat diperbaiki." Pungkasnya. (Ruk)

