Cuaca Ekstrem di Wilayah Kemuninglor, Waspadai Ancaman Bencana
00:00
00:00
![]() |
| Salah stau titik longsor di area perkebunan Nusantara 1 Dusun Rayap Desa Kemuninglor, Selasa (3/3/2026). |
Kondisi tersebut diperparah dengan letak geografis Dusun Rayap yang berada di kawasan perbukitan dan jurang. Wilayah ini memang dikenal rawan bencana ketika musim penghujan tiba.
Hujan deras yang disertai angin dan cuaca ekstrem pada Senin (2/3/2026) sore membuat aliran sungai alami banjir meski masih dalam batas normal. Namun, situasi itu cukup membuat warga waspada.
Beberapa titik di Dusun Rayap juga diketahui rawan longsor, terutama pada akses jalan penghubung antar warga yang setiap hari dilalui pengendara sepeda motor. Kondisi tanah yang labil akibat terus-menerus diguyur hujan meningkatkan risiko terjadinya longsor sewaktu-waktu, utamanya tebing yang dekat dengan pemukiman warga.
“Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, karena melihat kondisi cuaca seperti ini kita khawatir akan longsor dan banjir. Apalagi terkait antisipasi seperti mitigasi harus lebih inten dilakukan di daerah ini,” ungkap salah satu warga saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Langganan Kekhawatiran Saat Musim Hujan
Secara geografis, Dusun Rayap berada di wilayah dengan kontur perbukitan yang cukup curam. Setiap musim penghujan, warga selalu dihantui rasa waswas. Intensitas hujan yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan semakin memperbesar potensi terjadinya bencana.
Kondisi minimnya sarana mitigasi dan peringatan dini juga menjadi sorotan masyarakat. Hingga kini, belum terlihat adanya upaya signifikan seperti pemasangan rambu rawan longsor, penahan tanah, atau normalisasi aliran sungai di titik-titik kritis.
Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko bencana. Terlebih, akses jalan yang rawan longsor menjadi jalur vital aktivitas masyarakat, termasuk untuk kebutuhan ekonomi dan pendidikan. (Ruk)
