Wuluhan Sumbang 29 dan Kencong 54 Kantong Darah, PMI Kecamatan jadi Motor Penggerak
![]() |
| Gerakan Donor darah di Kecamatan Wuluhan |
Jember, WARTA RAKYAT.com - Gerakan donor darah di Kabupaten Jember terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, PMI Kecamatan Wuluhan dan PMI Kecamatan Kencong tampil sebagai motor penggerak aksi kemanusiaan dengan mengajak masyarakat untuk secara sukarela mendonorkan darahnya.
Kegiatan donor darah yang digelar di Kecamatan Wuluhan Selasa 1 September 2026 berhasil menghimpun 29 kantong darah, sementara aksi serupa di Kecamatan Kencong mampu mengumpulkan 54 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember.
Kedua kegiatan tersebut tidak lepas dari peran aktif PMI Kecamatan yang masing-masing dipimpin oleh sekretaris camat. Mereka menggerakkan jajaran, relawan, serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd mengapresiasi keterlibatan PMI Kecamatan yang semakin aktif menjadi penggerak donor darah di wilayah masing-masing.
“PMI Kecamatan menjadi salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan masyarakat untuk donor darah. Ini menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak hanya berada di tingkat kabupaten, tetapi juga tumbuh kuat di tingkat kecamatan,” ujar Zainollah.
Menurutnya, capaian 29 kantong darah dari Kecamatan Wuluhan dan 54 kantong dari Kecamatan Kencong merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
“Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan sangat berarti. Darah yang didonasikan bisa menjadi harapan bagi pasien yang sedang menjalani perawatan dan membutuhkan transfusi,” katanya.
Namun, tidak semua calon pendonor dapat melanjutkan proses donor. Sebagian peserta harus ditunda karena tidak lolos skrining kesehatan, di antaranya karena kadar hemoglobin (Hb) maupun tekanan darah berada di atas atau di bawah batas yang dipersyaratkan.
Zainollah menjelaskan, skrining merupakan tahapan penting sebelum donor darah untuk memastikan kondisi pendonor cukup sehat dan aman untuk melakukan donor.
“Kalau hasil skrining belum memenuhi syarat, pendonor tidak perlu kecewa. Itu merupakan bagian dari proses untuk melindungi kesehatan pendonor sekaligus memastikan darah yang didonasikan aman,” jelasnya.
PMI Kabupaten Jember berharap semakin banyak PMI Kecamatan yang mengambil peran aktif dalam menginisiasi kegiatan donor darah secara rutin. Dengan semakin banyak wilayah yang bergerak, diharapkan ketersediaan stok darah di UDD PMI Kabupaten Jember dapat terus terjaga.
“Semangat donor darah harus terus kita hidupkan. PMI Kecamatan bisa menjadi ujung tombak untuk mengajak masyarakat bahwa donor darah adalah aksi sederhana, tetapi manfaat kemanusiaannya sangat besar,” pungkas Zainollah.
