Program Strategis KDMP di Tiga Desa Mangkrak, Terancam Akhir tahun tidak terselesaikan
![]() |
| 3 KDMP yang Mangkrak |
Jember, WARTA RAKYAT.com - Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di sejumlah desa di Kabupaten Jember menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, aktivitas pembangunan di beberapa lokasi dilaporkan terhenti selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tanpa kejelasan kapan pekerjaan akan kembali dilanjutkan.
Salah satunya terjadi di Desa Badean. Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, bangunan fisik gerai KDMP di desa tersebut telah lebih dari tiga bulan tidak terlihat adanya aktivitas pembangunan.
Terhitung sejak 1 Juni 2026 hingga 14 September 2026, pembangunan di lokasi tersebut disebut belum menunjukkan perkembangan berarti. Kondisi bangunan yang berada di seberang jalan poros itu bahkan terkesan mangkrak karena tidak terlihat pekerja maupun aktivitas pembangunan.
Kondisi tersebut tak luput dari perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga mempertanyakan kelanjutan pembangunan serta siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan fisik gerai KDMP tersebut.
“Sudah lama tidak ada aktivitas. Kami juga bertanya-tanya kapan pembangunan ini dilanjutkan dan bagaimana kejelasannya,” ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
KDMP Banjarsari Juga Terhenti
Kondisi serupa juga ditemukan pada pembangunan gerai KDMP di Desa Banjarsari. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada 14 September 2026, aktivitas pembangunan di lokasi tersebut juga telah terhenti lebih dari satu bulan.
Progress fisik kedua proyek, yakni KDMP Desa Badean dan KDMP Desa Banjarsari, disebut kurang lebih mencapai sekitar 40 persen.
Terhentinya pekerjaan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat pembangunan gerai KDMP merupakan bagian dari program penguatan koperasi desa yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
KDMP Sukorejo Berbeda, Besi Baja Sudah Terpasang
Sementara itu, pembangunan gerai KDMP di Desa Sukorejo juga dilaporkan belum menunjukkan aktivitas lanjutan. Namun terdapat perbedaan kondisi dibandingkan dengan dua lokasi sebelumnya.
Di Desa Sukorejo, konstruksi bangunan disebut sudah memasuki tahap pemasangan struktur besi baja. Meski demikian, berdasarkan informasi warga pada 14 September 2026, aktivitas pembangunan kembali tidak terlihat di lokasi.
Dengan demikian, terdapat tiga lokasi gerai KDMP yang menjadi perhatian, yakni Desa Badean, Desa Banjarsari dan Desa Sukorejo.
Warga Sebut Kontraktor Berinisial AS
Menurut keterangan sejumlah warga sekitar, pekerjaan pembangunan ketiga gerai KDMP tersebut diduga ditangani oleh vendor yang sama, yakni seseorang atau pihak berinisial AS.
Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan warga dan perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk pengurus KDMP, pemerintah desa, pihak pelaksana/vendor, serta instansi yang memiliki kewenangan dalam program pembangunan gerai KDMP.
Masyarakat berharap adanya keterbukaan mengenai progres pekerjaan, kendala yang menyebabkan pembangunan berhenti, serta kepastian waktu penyelesaian.
Pembangunan Gerai KDMP Harus Mengikuti SOP
Dalam pelaksanaan pembangunan gerai KDMP, pekerjaan fisik semestinya dilakukan berdasarkan dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, standar keselamatan kerja, serta mekanisme pengawasan yang telah ditetapkan.
Secara prinsip, tahapan pembangunan harus mencakup perencanaan dan penetapan lokasi, penyusunan desain serta RAB, penetapan pelaksana/vendor, persiapan pekerjaan, pelaksanaan konstruksi sesuai spesifikasi teknis, pengawasan dan pengendalian mutu, pemeriksaan hasil pekerjaan, hingga serah terima bangunan.
Setiap pekerjaan juga semestinya memiliki target dan jadwal yang jelas. Apabila terjadi penghentian pekerjaan, harus ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan serta kejelasan mengenai tindak lanjutnya.
Selain itu, progres pembangunan seharusnya dapat dipantau secara transparan oleh pihak yang berkepentingan, sehingga masyarakat tidak hanya melihat bangunan yang berhenti dikerjakan tanpa mengetahui penyebab maupun kepastian penyelesaiannya.
Masyarakat berharap pemerintah desa maupun pihak terkait segera memberikan penjelasan mengenai kondisi pembangunan gerai KDMP di tiga desa tersebut.
Apalagi apabila pekerjaan memang mengalami kendala teknis, administrasi, pendanaan, maupun persoalan dengan vendor, informasi tersebut perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi bahwa pembangunan gerai KDMP dibiarkan mangkrak.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak vendor berinisial AS maupun instansi terkait mengenai penyebab terhentinya aktivitas pembangunan di tiga lokasi tersebut. Konfirmasi akan dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.(Team)
