Cuaca Buruk Kembali Terjang Selat Bali, Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Sempat Ditutup Sementara
![]() |
| Situasi di Pelabuhan Gilimanuk saat sempat dilakukan penutupan sementara penyeberangan akibat cuaca buruk, Rabu (29/7) siang - Dok. Istimewa |
Negara, WARTA RAKYAT.com – Aktivitas penyeberangan di lintas Gilimanuk-Ketapang kembali terganggu akibat cuaca buruk pada Rabu (29/7/2026) siang. Otoritas pelabuhan memutuskan untuk memberlakukan penutupan sementara layanan penyeberangan menyusul angin kencang yang melanda perairan Selat Bali. Meskipun penutupan hanya berlangsung sekitar satu setengah jam, kebijakan tersebut memicu penumpukan kendaraan, terutama truk-truk pengangkut logistik di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
Alasan Penutupan
Penundaan operasional diberlakukan secara serentak oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Gilimanuk dan Ketapang mulai pukul 11.15 WITA. Penghentian sementara ini dilakukan demi mengutamakan keselamatan pelayaran setelah kecepatan angin di Selat Bali tercatat mencapai 20 hingga 25 knot—kondisi yang dinilai berpotensi membahayakan kapal.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, membenarkan adanya kebijakan penutupan darurat tersebut.
"Pelayanan penyeberangan lintas Gilimanuk-Ketapang ditunda sementara mulai pukul 11.15 WITA karena cuaca buruk dengan kecepatan angin sekitar 20 hingga 25 knot. Selama penutupan, antrean kendaraan didominasi truk logistik yang menunggu di area parkir pelabuhan," ujar AKP Alit Murdiasa.
Kondisi Lapangan dan Normalisasi Operasional
Selama penghentian berlangsung, seluruh kendaraan yang telah memasuki areal pelabuhan diarahkan untuk menunggu di dalam area parkir. Tampak antrean kendaraan didominasi oleh truk logistik yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa.
Setelah kondisi perairan dinilai aman, layanan penyeberangan kembali dibuka pada pukul 12.40 WITA. Seluruh aktivitas bongkar muat kapal dapat berjalan kembali secara normal dalam situasi yang aman dan kondusif.
Guna mengantisipasi kemacetan, personel dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk terus bersiaga untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar pelabuhan. Langkah ini disiap-siagakan untuk meredam kepadatan kendaraan yang sewaktu-waktu bisa melonjak akibat skema buka-tutup pelabuhan.
Catatan Gangguan Cuaca Dalam Sepekan
Insiden pada Rabu (29/7/2026) ini merupakan kali keempat penutupan sementara terjadi dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, penyeberangan Selat Bali juga sempat dihentikan dengan rentang waktu satu hingga tiga jam pada Rabu (22/7/2026), Minggu (26/7/2026) dan Selasa (28/7/2026).
Pada penutupan-penutupan sebelumnya, kombinasi angin kencang dan gelombang tinggi bahkan sempat menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ke luar areal pelabuhan.
Berulangnya penghentian operasional ini menjadi indikasi kuat bahwa kondisi cuaca di perairan Selat Bali saat ini masih sangat dinamis. Oleh karena itu, masyarakat pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk selalu memantau perkembangan serta informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas pelabuhan sebelum melakukan perjalanan. (Ed: Ruk)
